Monday, February 9, 2009

Sajak Buat Ayah

Sajak buat Ayah...
(Disaat aku akan menjadi ayah)

Ayahku...
Terbayang dimataku wajah mu
tabah perjalanan mu
mengharungi ranjau waktu
sehingga keringat mu
penuh memenuhi ceruk urat ku
menghilang dahaga jiwa

Ayahku...
Yatim mu sebelum ada
Piatu mu seawal usia
Jerihmu menumpang kasih
Peritmu mencari sayang
Ada sesuap ada dimulut mu
Ada waktu perut mu mendendang lagu
Engkau berjalan di batas usia
Ikut bergerak mengikut rasa
Harta mu dinoda orang
Mereka lupa diri mu ada
Tapi engkau tidak kemaruknya
Biarlah mereka bergelut
Merebut tanah mu serelung itu
Ahh... biarkan tuhan saja membalasnya
Itukan harta anak yatim...
Ayah, tidak mereka tahu?
Mereka akan tahu...
benarkah mereka menyayangimu?
Benarkah mereka inginkan mu?
Engkau duduk dibangku
Anak mereka makan dulu
Engkau melihat seribu pilu
Tidak mampu berkata apa
Tidak lain menunggu jua

Kini tiba waktu,
Biar saja engkau dagang
Duduk menumpang di tanah orang
Berseorangan jauh ke selatan,
Biarlah utara itu pergi
Tidak ada yang peduli
Tidak mengenal kasih ibu
Tapi engkau tetap kasihkan dia
Tidak mengenal senyum bapa
Yang ada hanya cerita

Sampai sembilan ulang lahirmu
Engkau bersendirian di tebing bahtera
Tapi kau tahu mengukir hidup
Tidak kau meminta belas orang
Keringat muda mu turun ke siku
Kering tengkukmu hilang
Biarlah ayah... keringat mu itu halal
Tidak meminta, kudratmu membuah emas
Biarlah hanya emas putih
Cukup untuk diri mu
Cukup untuk membasahkan lidahmu
Tanpa ayah dan ibu

Betul kata tuhan
Diri mu tidak beribu
Hanya Dialah teman
Hadir ibuku bersama mu
kunci kami mengetuk pintu dunia
Membesar girang bersama
Percayalah,
Kami tetap bahagia
Hati kami tetap bangga
Biarlah teman kami dikiri kanan
Bapa mereka peon dan kerani
Kami bangga engkau pemandu lori
Kami duduk meninggi
Diatas kepala lori
Bangga bila kami berdiri
Ya, ayah kami yang membawa pasir itu
Pasir yang akhirnya menjadi teratak ilmu

Ayahku,
Kini aku duduk di kerusi kulit
Emas putihmu kini menjadi kuning
Empuk di negeri orang
Biarlah sebesarmana genggamku
Emas ku ini tidak secantik emas mu
Biarlah emas ku ini kuning
Emas mu jua yang bersinar
Kerna kau ayahku
Engkau tetap berkata
Biarlah aku jauh daripada mu
Doaku tetap dekat di hatimu
Doakanlah untuk ibu mu
Kerana engkau tetap berdoa untuk ibumu
Walau dia hanya melihat mu di alam sana
Menangisi bersama tangismu

Kini aku akan bergelar ayah,
Tapi apa yang anak ku akan tulis mengenai ku
Jangan dia hanya sedar aku diempuk kerusiku
Jangan dia hanya sedar emasku dikantungku
Datang tanpa dipalu
Anakku, tulislah mengenai aku
Kerana engkau tetap anak ku.

Sajak buat ayah...,
semoga kita bertemu lagi...

Amir Hamzah
Vienna, Virginia
9 Feb 2009

No comments: